Sumber : http://www.formulasi.or.id/search/label/mpi?updated-max=2012-12-24T15:58:00%2B07:00&max-results=20&start=33&by-date=false
Saat ini banyak barang-barang hasil produksi luar negeri yang dijual di Indonesia. Barang-barang tersebut di antaranya alat transportasi, peralatan elektronik, obat-obatan. Barang-barang produk Indonesia pun banyak yang dijual di luar negeri di
antaranya hasil rempah-rempah, kerajinan kayu, mebel, dan hasil minyak bumi. Kegiatan menjual barang ke luar negeri disebut ekspor. Kegiatan ekspor-impor ini berpengaruh pada perekonomian suatu bangsa. Bagaimana dengan kegiatan ekspor-impor di Indonesia?
Untuk lebih mengenal manfaat ekspor-impor di Indonesia pelajarilah materi pada bab ini.
1. Ekspor adalah kegiatan menjual atau mengirim barang dagangan ke luar
negeri sesuai dengan ketentuan pemerintah dengan pembayaran valuta
asing.
2. Impor adalah kegiatan perdagangan dengan cara memasukkan barang-
barang dari luar negeri sesuai dengan ketentuan pemerintah dengan
pembayaran valuta asing.
3. Kegiatan ekspor adalah kegiatan memasok suatu komoditi ke negara lain
atau kepada orang asing dengan pembayaran menggunakan valuta asing.
4. Komoditi adalah setiap barang atau jasa yang dapat memenuhi kebutuhan
dan keinginan konsumennya.
5. Konsumen adalah mereka yang membutuhkan, menginginkan, dan mampu
membeli komoditi yang ditawarkan.
6. Ada beberapa faktor yang dapat menjadikan suatu komoditas mempunyai
keunggulan tertentu yaitu: faktor alam, faktor biaya produksi, dan faktor
teknologi.
7. Pada umumnya komoditi yang akan diekspor haruslah memenuhi syarat-
syarat tertentu. Adapaun syarat-syarat tersebut adalah:
a. Mempunyai daya saing tinggi.
b. Setiap peralatan harus dilengkapi dengan petunjuk pemakaian.
c. Setiap komoditi diberi warna, ukuran dan bentuk yang sesuai dengan
selera konsumen setempat.
8. Secara garis besar terdapat tiga hambatan pokok dalam pemasaran
komoditas negara Indonesia yaitu: daya saing yang rendah dalam harga
dan waktu penyerahannya, anggapan bahwa daya saing merupakan masalah
eksportir sendiri dan saluran pemasaran yang tidak berkembang di luar
negeri.
9. Pada Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan No. 10/MPP/SK/
I/1996, barang ekspor digolongkan dalam empat kelompok yaitu barang
yang diatur tata niaga ekspornya, barang yang diawasi ekspornya, barang-
barang yang dilarang ekspornya, dan barang yang bebas ekspornya
10. Suatu komoditi yang memiliki potensi untuk ekspor mempunyai ciri-ciri antara
lain:
a. Mempunyai surplus produksi atau kelebihan jumlah produksi sehingga
belum dapat dikonsumsi seluruhnya di dalam negeri.
b. Mempunyai keunggulan-keunggulan tertentu seperti langka, murah, mutu
baik, atau unik jika dibandingkan dengan komoditi serupa yang
diproduksi negara lain.
c. Komoditi sengaja diproduksi untuk tujuan ekspor.
d. Komoditi itu memperoleh izin pemerintah untuk ekspor.
11. Setiap negara menyadari akan kekurangannya, serta masing-masing tidak
mungkin sepenuhnya dapat berdiri sendiri, lebih-lebih lagi bagi negara-negara
sedang berkembang seperti Indonesia. Indonesia juga memerlukan berbagai
macam kebutuhan yang tidak dapat diproses atau disediakan sendiri. Hal ini
dapat diatasi dengan cara melakukan kegiatan ekspor impor
antaranya hasil rempah-rempah, kerajinan kayu, mebel, dan hasil minyak bumi. Kegiatan menjual barang ke luar negeri disebut ekspor. Kegiatan ekspor-impor ini berpengaruh pada perekonomian suatu bangsa. Bagaimana dengan kegiatan ekspor-impor di Indonesia?
Untuk lebih mengenal manfaat ekspor-impor di Indonesia pelajarilah materi pada bab ini.
1. Ekspor adalah kegiatan menjual atau mengirim barang dagangan ke luar
negeri sesuai dengan ketentuan pemerintah dengan pembayaran valuta
asing.
2. Impor adalah kegiatan perdagangan dengan cara memasukkan barang-
barang dari luar negeri sesuai dengan ketentuan pemerintah dengan
pembayaran valuta asing.
3. Kegiatan ekspor adalah kegiatan memasok suatu komoditi ke negara lain
atau kepada orang asing dengan pembayaran menggunakan valuta asing.
4. Komoditi adalah setiap barang atau jasa yang dapat memenuhi kebutuhan
dan keinginan konsumennya.
5. Konsumen adalah mereka yang membutuhkan, menginginkan, dan mampu
membeli komoditi yang ditawarkan.
6. Ada beberapa faktor yang dapat menjadikan suatu komoditas mempunyai
keunggulan tertentu yaitu: faktor alam, faktor biaya produksi, dan faktor
teknologi.
7. Pada umumnya komoditi yang akan diekspor haruslah memenuhi syarat-
syarat tertentu. Adapaun syarat-syarat tersebut adalah:
a. Mempunyai daya saing tinggi.
b. Setiap peralatan harus dilengkapi dengan petunjuk pemakaian.
c. Setiap komoditi diberi warna, ukuran dan bentuk yang sesuai dengan
selera konsumen setempat.
8. Secara garis besar terdapat tiga hambatan pokok dalam pemasaran
komoditas negara Indonesia yaitu: daya saing yang rendah dalam harga
dan waktu penyerahannya, anggapan bahwa daya saing merupakan masalah
eksportir sendiri dan saluran pemasaran yang tidak berkembang di luar
negeri.
9. Pada Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan No. 10/MPP/SK/
I/1996, barang ekspor digolongkan dalam empat kelompok yaitu barang
yang diatur tata niaga ekspornya, barang yang diawasi ekspornya, barang-
barang yang dilarang ekspornya, dan barang yang bebas ekspornya
10. Suatu komoditi yang memiliki potensi untuk ekspor mempunyai ciri-ciri antara
lain:
a. Mempunyai surplus produksi atau kelebihan jumlah produksi sehingga
belum dapat dikonsumsi seluruhnya di dalam negeri.
b. Mempunyai keunggulan-keunggulan tertentu seperti langka, murah, mutu
baik, atau unik jika dibandingkan dengan komoditi serupa yang
diproduksi negara lain.
c. Komoditi sengaja diproduksi untuk tujuan ekspor.
d. Komoditi itu memperoleh izin pemerintah untuk ekspor.
11. Setiap negara menyadari akan kekurangannya, serta masing-masing tidak
mungkin sepenuhnya dapat berdiri sendiri, lebih-lebih lagi bagi negara-negara
sedang berkembang seperti Indonesia. Indonesia juga memerlukan berbagai
macam kebutuhan yang tidak dapat diproses atau disediakan sendiri. Hal ini
dapat diatasi dengan cara melakukan kegiatan ekspor impor
Pada Bab ini kita akan belajar tentang peran Indonesia di era global. Sebagaimana
bab sebelumnya, kegiatan kita awali dengan mengerjakan kuis. Kemudian kita mempelajari
pengertian globalisasi, dengan mengidentifikasi dampak positip dan negatipnya. Pembahasan
tentang peran Indonesia dalam berbagai organisasi multilateral kita kelompokkan dalam
bidang tertentu. Secara berurutan bidangnya adalah politik, ekonomi, sosial, dan keamanan.
Organisasi multilateral artinya organisasi yang anggotanya terdiri dari beberapa negara
1. Kerja sama antarnegara di bidang ekonomi meliputi:
a. ASEAN (Association of South East Asian Nations)
b. MEE (Masyarakat Ekonomi Eropa) atau EEC (European Economic
Community)
c. Rencana Colombo (Colombo Plan)
d. APEC (Asia Pacific Economic Cooperation)
e. AFTA (ASEAN Free Trade Area)
2. Organisasi kerja sama internasional meliputi APEC, PBB, UNDP, WTO,
UNICEF, IMF, IBRD, IDB, OPEC, IDA, WCO/CCC.
3. Kerja sama ekonomi antarnegara meliputi bidang-bidang berikut.
a Perdagangan antarnegara
Meliputi perdagangan ekspor dan impor barang.
b. Penyelenggaraan dan penerimaan jasa/penanaman modal. Disebut juga
kegiatan ekspor dan impor jasa.
4. Dampak globalisasi meliputi berbagai bidang di antaranya:
a. dampak globalisasi di bidang sosial,
b. dampak di bidang ekonomi, dan
c. dampak di bidang budaya.
bab sebelumnya, kegiatan kita awali dengan mengerjakan kuis. Kemudian kita mempelajari
pengertian globalisasi, dengan mengidentifikasi dampak positip dan negatipnya. Pembahasan
tentang peran Indonesia dalam berbagai organisasi multilateral kita kelompokkan dalam
bidang tertentu. Secara berurutan bidangnya adalah politik, ekonomi, sosial, dan keamanan.
Organisasi multilateral artinya organisasi yang anggotanya terdiri dari beberapa negara
1. Kerja sama antarnegara di bidang ekonomi meliputi:
a. ASEAN (Association of South East Asian Nations)
b. MEE (Masyarakat Ekonomi Eropa) atau EEC (European Economic
Community)
c. Rencana Colombo (Colombo Plan)
d. APEC (Asia Pacific Economic Cooperation)
e. AFTA (ASEAN Free Trade Area)
2. Organisasi kerja sama internasional meliputi APEC, PBB, UNDP, WTO,
UNICEF, IMF, IBRD, IDB, OPEC, IDA, WCO/CCC.
3. Kerja sama ekonomi antarnegara meliputi bidang-bidang berikut.
a Perdagangan antarnegara
Meliputi perdagangan ekspor dan impor barang.
b. Penyelenggaraan dan penerimaan jasa/penanaman modal. Disebut juga
kegiatan ekspor dan impor jasa.
4. Dampak globalisasi meliputi berbagai bidang di antaranya:
a. dampak globalisasi di bidang sosial,
b. dampak di bidang ekonomi, dan
c. dampak di bidang budaya.
kita akan belajar tentang bencana alam. Kegiatan kita awali dengan
mengenang kembali tsunami Aceh 2004. Setelah mengerjakan kuis, kita belajar tentang
makna bencana alam. Secara berurutan, kita akan mempelajari bencana alam yang saling
berkaitan. Gempa bumi, tsunami, dan gunung meletus mengawali bagian ini. Banjir dan tanah
longsor kita pelajari kemudian. Puting beliung dan badai menjadi materi terakhir dari bab ini
1. Gejala alam atau peristiwa alam adalah suatu keadaan atau peristiwa yang
tidak biasa, yang ditimbulkan oleh alam.
2. Macam-macam gejala alam yang terjadi di Indonesia:
a. Gunung meletus, yang terjadi disebabkan karena penerobosan magma
atau keluarnya magma dari permukaan bumi.
b. Gempa bumi, yaitu getaran atau goncangan yang terjadi karena
pergeseran lapisan bumi yang berasal dari bawah permukaan bumi.
c. Tsunami adalah gelombang besar yang terbentuk dari dasar laut akibat
adanya gempa.
d. Banjir merupakan luapan air yang melebihi batas. Hal ini terjadi jika
terjadi hujan secara terus menerus tanpa henti.
e. Angin topan merupakan pergerakan angin yang sangat kencang
sehingga mampu memporak-porandakan benda-benda yang dilewatinya.
f. Tanah longsor merupakan gejala alam yang terjadi di sekitar kawasan
pegunungan.
3. Gejala alam di negara-negara tetangga antara lain:
a. Gempa bumi
b. Badai/topan
c. Tanah longsor
d. Banjir
e. El Nino
mengenang kembali tsunami Aceh 2004. Setelah mengerjakan kuis, kita belajar tentang
makna bencana alam. Secara berurutan, kita akan mempelajari bencana alam yang saling
berkaitan. Gempa bumi, tsunami, dan gunung meletus mengawali bagian ini. Banjir dan tanah
longsor kita pelajari kemudian. Puting beliung dan badai menjadi materi terakhir dari bab ini
1. Gejala alam atau peristiwa alam adalah suatu keadaan atau peristiwa yang
tidak biasa, yang ditimbulkan oleh alam.
2. Macam-macam gejala alam yang terjadi di Indonesia:
a. Gunung meletus, yang terjadi disebabkan karena penerobosan magma
atau keluarnya magma dari permukaan bumi.
b. Gempa bumi, yaitu getaran atau goncangan yang terjadi karena
pergeseran lapisan bumi yang berasal dari bawah permukaan bumi.
c. Tsunami adalah gelombang besar yang terbentuk dari dasar laut akibat
adanya gempa.
d. Banjir merupakan luapan air yang melebihi batas. Hal ini terjadi jika
terjadi hujan secara terus menerus tanpa henti.
e. Angin topan merupakan pergerakan angin yang sangat kencang
sehingga mampu memporak-porandakan benda-benda yang dilewatinya.
f. Tanah longsor merupakan gejala alam yang terjadi di sekitar kawasan
pegunungan.
3. Gejala alam di negara-negara tetangga antara lain:
a. Gempa bumi
b. Badai/topan
c. Tanah longsor
d. Banjir
e. El Nino
Kita sudah mengenal pulau. Sekarang kita perluas wawasan kita dengan belajar tentang
benua. Kegiatan kita awali dengan pengenalan arti benua. Kemudian kita mencari lokasinya
dan membandingkan luasnya. Lalu, kita akan membaginya menjadi beberapa kawasan.
Setelah kita mengenal kenampakan alam utamanya, kita membandingkan keadaan sosial ekonomi dan mengenal beberapa negara terkemuka.
1. Benua adalah daratan yang sangat luas. Ada lima benua di permukaan bumi, yaitu
Asia, Amerika, Afrika, Eropa, dan Australia. Antartika termasuk benua, namun tidak
ada negaranya dan penduduknya sangat sedikit.
2. Asia adalah benua terluas, dan berpenduduk paling banyak.
3. Tiap-tiap benua dibagi menjadi beberapa kawasan. Indonesia termasuk kawasan
Asia Tenggara.
4. Setiap benua memiliki karakteristik kenampakan alam yang berbeda-beda. Masing-
masing memiliki kenampakan alam yang sangat terkenal karena keunikannya.
5. Ada negara-negara besar di semua benua. Hal ini bisa dilihat dari jumlah penduduk,
luas wilayah, PDB atau pendapatan per kapitanya
benua. Kegiatan kita awali dengan pengenalan arti benua. Kemudian kita mencari lokasinya
dan membandingkan luasnya. Lalu, kita akan membaginya menjadi beberapa kawasan.
Setelah kita mengenal kenampakan alam utamanya, kita membandingkan keadaan sosial ekonomi dan mengenal beberapa negara terkemuka.
1. Benua adalah daratan yang sangat luas. Ada lima benua di permukaan bumi, yaitu
Asia, Amerika, Afrika, Eropa, dan Australia. Antartika termasuk benua, namun tidak
ada negaranya dan penduduknya sangat sedikit.
2. Asia adalah benua terluas, dan berpenduduk paling banyak.
3. Tiap-tiap benua dibagi menjadi beberapa kawasan. Indonesia termasuk kawasan
Asia Tenggara.
4. Setiap benua memiliki karakteristik kenampakan alam yang berbeda-beda. Masing-
masing memiliki kenampakan alam yang sangat terkenal karena keunikannya.
5. Ada negara-negara besar di semua benua. Hal ini bisa dilihat dari jumlah penduduk,
luas wilayah, PDB atau pendapatan per kapitanya
Kita sudah mengenal sistem administrasi wilayah NKRI. Sekarang kita perluas wawasan
ke negara-negara tetangga kita. Seperti sebelumnya, bab ini didahului dengan kuis. Kemudian
kegiatan kita lanjutkan dengan membandingkan luas, jumlah penduduk, dan pendapatan per
kapita. Kita juga membandingkan persentase orang yang bisa membaca (literasi) dan penduduk
miskin. Kemudian kegiatan kita lanjutkan dengan mempelajari profil singkat, keadaan alam,
dan masalah sosial. Karena keterbatasan buku ini negara-negara tetangga kita kelompokkan
menjadi tiga. Ketiganya adalah Indochina, sekitar Indonesia, dan seputar Australia.
1. Indonesia merupakan negara besar dibandingkan negara-negara tetangganya. Hal
ini bila dilihat dari luas wilayah, jumlah penduduknya, keanekaragaman hayati, dan
keanekaragaman budayanya.
2. Hubungan negara-negara yang berdampingan, bisa dua kemungkinan.
Kemungkinan pertama, hubungan yang dekat. Kemungkinan kedua, ada masalah-
masalah yang dipersengketakan. Untuk itu, hubungan antar negara harus dijaga
baik-baik melalui forum seperti ASEAN.
3. Meskipun luas wilayah dan jumlah penduduk Singapura kecil, namun negara ini
merupakan negara maju.
4. Banyak pembelajaran yang bisa kita peroleh dari negara-negara tetangga. Hal-
hal positip bisa kita tiru, seperti perekonomian Singapura. Hal-hal negatif bisa kita
hindari, seperti pemerintahan diktator di Myanmar.
5. Kawasan Indochina memiliki karakteristik luasnya daerah lembah sungai. Kawasan
seperti ini cocok untuk pertanian padi
ke negara-negara tetangga kita. Seperti sebelumnya, bab ini didahului dengan kuis. Kemudian
kegiatan kita lanjutkan dengan membandingkan luas, jumlah penduduk, dan pendapatan per
kapita. Kita juga membandingkan persentase orang yang bisa membaca (literasi) dan penduduk
miskin. Kemudian kegiatan kita lanjutkan dengan mempelajari profil singkat, keadaan alam,
dan masalah sosial. Karena keterbatasan buku ini negara-negara tetangga kita kelompokkan
menjadi tiga. Ketiganya adalah Indochina, sekitar Indonesia, dan seputar Australia.
1. Indonesia merupakan negara besar dibandingkan negara-negara tetangganya. Hal
ini bila dilihat dari luas wilayah, jumlah penduduknya, keanekaragaman hayati, dan
keanekaragaman budayanya.
2. Hubungan negara-negara yang berdampingan, bisa dua kemungkinan.
Kemungkinan pertama, hubungan yang dekat. Kemungkinan kedua, ada masalah-
masalah yang dipersengketakan. Untuk itu, hubungan antar negara harus dijaga
baik-baik melalui forum seperti ASEAN.
3. Meskipun luas wilayah dan jumlah penduduk Singapura kecil, namun negara ini
merupakan negara maju.
4. Banyak pembelajaran yang bisa kita peroleh dari negara-negara tetangga. Hal-
hal positip bisa kita tiru, seperti perekonomian Singapura. Hal-hal negatif bisa kita
hindari, seperti pemerintahan diktator di Myanmar.
5. Kawasan Indochina memiliki karakteristik luasnya daerah lembah sungai. Kawasan
seperti ini cocok untuk pertanian padi
Beberapa jumlah provinsi di Indonesia saat ini? Provinsi di Indonesia sekarang berjumlah 33. Wilayah Indonesia pemekaran namun luas wilayah Indonesia tetap sama. Wilayah provinsi manakah yang mengalami pemekaran? Apakah wilayah laut Indonesia juga mengalami perubahan? Dengan mempelajari bab ini, kalian diharapkan dapat
mendeskripsikan perkembangan sistem administrasi wilayah di Indonesia meliputi perubahan wilayah provinsi dan laut teritorial di Indonesia.
1. Seiring dengan perkembangan negara dan adanya perubahan politik,
ekonomi, maupun penduduk maka jumlah provinsi yang ada di Indonesia
mengalami penambahan.
2. Pada saat kemerdekaan, jumlah provinsi yang ada di Indonesia hanya 8
yaitu: Sumatra, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Borneo
(Kalimantan), Sulawesi, Sunda Kecil (Nusa Tenggara), dan Maluku.
3. Provinsi yang mengalami pemekaran adalah Sumatra, Jawa Tengah,
Sumatra Utara, Jawa Barat, Kalimantan, Sumatra Tengah, Kalimantan
Selatan, Sunda Kecil, Sumatra Selatan, Sulawesi, Sulawesi Utara dan
Tengah, Sulawesi Selatan dan Tenggara, Nusa Tenggara Timur, Maluku,
Papua, Sulawesi Utara, dan Riau.
4. Perairan Nusantara merupakan wilayah perairan yang terletak pada sisi
dalam dari garis pangkal yang terdiri atas laut, teluk, dan selat yang
menghubungkan antara pulau yang satu dengan pulau yang lain di Indonesia.
5. Laut teritorial adalah wilayah laut dengan batas 12 mil dari titik ujung terluar
pulau-pulau di Indonesia pada saat pasang surut ke arah laut.
6. Batas landas kontinen adalah kelanjutan garis batas dari daratan suatu benua
yang terendam sampai kedalaman 200 m di bawah permukaan air laut.
7. Batas Zona Ekonomi Eksklusif adalah wilayah laut selebar 200 mil yang
diukur dari garis pangkal laut wilayah suatu negara
mendeskripsikan perkembangan sistem administrasi wilayah di Indonesia meliputi perubahan wilayah provinsi dan laut teritorial di Indonesia.
1. Seiring dengan perkembangan negara dan adanya perubahan politik,
ekonomi, maupun penduduk maka jumlah provinsi yang ada di Indonesia
mengalami penambahan.
2. Pada saat kemerdekaan, jumlah provinsi yang ada di Indonesia hanya 8
yaitu: Sumatra, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Borneo
(Kalimantan), Sulawesi, Sunda Kecil (Nusa Tenggara), dan Maluku.
3. Provinsi yang mengalami pemekaran adalah Sumatra, Jawa Tengah,
Sumatra Utara, Jawa Barat, Kalimantan, Sumatra Tengah, Kalimantan
Selatan, Sunda Kecil, Sumatra Selatan, Sulawesi, Sulawesi Utara dan
Tengah, Sulawesi Selatan dan Tenggara, Nusa Tenggara Timur, Maluku,
Papua, Sulawesi Utara, dan Riau.
4. Perairan Nusantara merupakan wilayah perairan yang terletak pada sisi
dalam dari garis pangkal yang terdiri atas laut, teluk, dan selat yang
menghubungkan antara pulau yang satu dengan pulau yang lain di Indonesia.
5. Laut teritorial adalah wilayah laut dengan batas 12 mil dari titik ujung terluar
pulau-pulau di Indonesia pada saat pasang surut ke arah laut.
6. Batas landas kontinen adalah kelanjutan garis batas dari daratan suatu benua
yang terendam sampai kedalaman 200 m di bawah permukaan air laut.
7. Batas Zona Ekonomi Eksklusif adalah wilayah laut selebar 200 mil yang
diukur dari garis pangkal laut wilayah suatu negara

